Pengantar: Jamaah Al-Muhajirin dan Warga RW-10 yang dirahmati Allah Subhanahu Wata'ala, In syaa Allah, ahad besok (6/3/22) akan diselenggarakan pelatihan tata cara pemulasaraan jenazah yang akan diikuti sedikitnya 60 peserta. Berikut ini adalah pengantar tentang tata-cara bagaimana memulasara jenazah menurut Islam. Semoga bermanfaat.
Tata Cara Mengurus Jenazah
Seperti yang sudah diketahui, ajal bisa menimpa kapan dan kepada siapa saja setiap saat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mengurus jenazah, jika ada orang yang meninggal dunia. Seperti dikutip dari Liputan6.com, berikut ini tata cara mengurus jenazah dalam Isalam:
Memandikan Jenazah
Tata cara mengurus jenazah yang pertama adalah memandikan jenazah. Hal ini sebagai tindakan untuk memuliakan dan membersihkan tubuh orang yang sudah meninggal dunia. Adapun tata cara memandikan jenazah dalam Islam yang benar adalah sebagai berikut:
1. Meletakkan jenazah dengan kepala agak tinggi di tempat yang disediakan. Pastikan orang yang memandikan jenazah memakai sarung tangan.
2. Setelah itu, ambil kain penutup dari jenazah dan ganti dengan kain basahan agar auratnya tidak terlihat. Bersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan, dan kaki serta rambutnya.
3. Langkah berikutnya, bersihkan kotoran jenazah baik yang keluar dari depan maupun dari belakang terlebih dahulu. Caranya, tekan perutnya perlahan-lahan agar apa yang ada di dalamnya keluar. Kemudian siram atau basuh seluruh anggota tubuh jenazah dengan air sabun.
4. Setelah itu, siram dengan air yang bersih sambil berniat sesuai jenis kelamin jenazah.
Niat memandikan jenazah laki-laki:
Nawaitul ghusla adaa 'an hadzal mayyiti lillahi ta'aal
Artinya: "Aku berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (pria) ini karena Allah Ta'ala."
Niat memandikan jenazah perempuan:
Nawaitul ghusla adaa 'an hadzihil mayyitati lillahi ta'aalaa
Artinya:
"Aku berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (wanita) ini karena Allah Ta'ala."
5. Setelah membaca niat, miringkan jenazah ke kanan, basuh bagian lambung kirinya sebelah belakang. Setalah itu, siram dengan air bersih dari kepala hingga ujung kaki dan siram lagi dengan air kapur barus.
6. Jenazah kemudian diwudhukan seperti orang yang berwudhu sebelum sholat. Perlakukan jenazah dengan lembut saat membalik dan menggosok anggota tubuhnya.
7. Jika keluar dari jenazah itu najis setelah dimandikan dan mengenai badannya, wajib dibuang dan dimandikan lagi. Jika keluar najis setelah di atas kafan, tidak perlu diulangi mandinya, cukup hanya dengan membuang najis tersebut.
8. Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya harus dilepas dan dibiarkan terurai ke belakang. Setelah disiram dan dibersihkan, lalu dikeringkan dengan handuk dan dikepang. Keringkan tubuh jenazah setelah dimandikan dengan handuk sehingga tidak membasahi kain kafannya.
9. Selesai memandikan jenazah, berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol sebelum dikafani. Biasanya menggunakan air kapur barus.
Tata cara mengurus jenazah berikutnya yaitu mengafani jenazah. Ada beberapa perbedaan cara mengafani jenazah laki-laki dan perempuan. Adapun tata cara mengafani jenazah perempuan adalah sebagai berikut:
Cara Mengafani Jenazah Perempuan
1. Langkah pertama, bentangkan dua lembar kain kafan yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah. Letakkan kain sarung tepat pada badan antara pusar dan kedua lututnya. Setelah itu, persiapkan baju gamis dan kerudung di tempatnya.
2. Selanjutnya, sediakan 3–5 utas tali dan letakkan di paling bawah kain kafan. Sediakan juga kapas yang sudah diberikan wangi-wangian, yang nantinya diletakkan pada anggota badan tertentu. Jika kain kafan sudah siap, angkat dan baringkan jenazah di atas kain kafan.
3. Letakkan kapas yang sudah diberi wangi-wangian tadi ke tempat anggota tubuh seperti halnya pada jenazah laki-laki. Kemudian, selimutkan kain sarung pada badan jenazah, antara pusar dan kedua lutut. Pasangkan baju gamis berikut kain kerudung. Untuk yang rambutnya panjang bisa dikepang menjadi 2/3, dan diletakkan di atas baju gamis di bagian dada.
4. Terakhir, selimutkan kedua kain kafan selembar demi selembar mulai dari yang lapisan atas sampai paling bawah. Setelah itu ikat dengan beberapa utas tali yang tadi telah disediakan.
Cara Mengafani Jenazah Laki-laki
1. Pertama, siapkan tali-tali pengikat kafan secukupnya. Kemudian, letakkan secara vertikal tepat di bawah kain kafan yang akan menjadi lapis pertama. Bentangkan kain kafan lapis pertama yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah.
2. Langkah berikutnya, beri wewangian pada kain kafan lapis pertama. Setelah itu, bentangkan kain kafan lapis kedua yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah.Beri wewangian pada kain kafan lapis kedua.
3. Setelah itu, bentangkan kain kafan lapis ketiga yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah. Beri wewangian pada kain kafan lapis ketiga dan letakkan jenazah di tengah-tengah kain kafan lapis ketiga.
4. Tutup dengan kain lapis ketiga dari sisi kiri ke kanan, kemudian kain dari sisi kanan ke kiri. Kemudian tutup dengan kain lapis kedua dari sisi kiri ke kanan, kemudian kain dari sisi kanan ke kiri.
5. Selanjutnya,tutup dengan kain lapis pertama dari sisi kiri ke kanan, kemudian kain dari sisi kanan ke kiri dan Ikat dengan tali pengikat yang telah disediakan.
Setelah selesai memandikan dan mengafani jenazah, tata cara mengurus jenazah berikutnya menyolatkan jenazah. Adapun tata cara menyolatkan jenazah adalah seperti berikut:
1. Berniat (di dalam hati).
2. Berdiri bagi yang mampu.
3. Melakukan empat kali takbir (tidak ada ruku’ dan sujud).
4. Setelah takbir pertama, membaca Al Fatihah.
5. Setelah takbir kedua, membaca shalawat "allahumma sholli ‘ala Muhammad"
6. Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah sebagai berikut:
Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka." (HR. Muslim no. 963)
7. Takbir keempat membaca doa sebagai berikut:
Allahumma laa tahrimnaa ajro-hu wa laa taftinnaa ba’da-hu waghfir lanaa wa la-hu
Artinya:
"Ya Allah, jangan menghalangi kami untuk tidak memperoleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya, ampunilah kami dan ampunilah dia".
Untuk jenazah perempuan, kata –hu diganti –haa.
8. Salam. Selesai.
Semoga bermanfaat...///(merdeka.com)//nas/humas/dkm/rw-10
Masjid Al-Muhajirin RW-10 Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, mengemban amanah menjalin Ukhuwah Islamiah, Menempa Aqidah, Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Sabtu, 05 Maret 2022
Minggu, 27 Februari 2022
Pingpong Silaturahmi: "Tim Nurul Iman RW-09 Libas Tim Al-Muhajirin RW-10 dengan 6 : 2"
Sambutan Ketua DKM Al-Muhajirin, Kang H. Sigit
Hal itu merupakan hasil pertandingan Tenis Meja Silaturahmi antara Tim Nurul Iman RW-09 dengan Tim Al-Muhajirin RW-10, yang digelar di Pelataran Depan Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, Sabtu Pagi (26/02/22).
Menanggapi kekalahan itu, Ketua RW-10, Kang H. Dede Amar (Kang Dammar), menyatakan bahwa wajar saja apabila Tim kami dapat dikalahkan. Selain jarang latihan, juga kami memang belum terbiasa menghadapi event seperti ini. "Jadi kami ini baru pertama kalinya melaksanakan pertandingan seperti ini. Jangankan bertanding dengan tim luar, di internal RW-10 pun belum pernah diselenggarakan pertandingan pingpong," kata Kang Dammar.
Menurut Kang Muryono, kekalahan tim kita sebenarnya hanyalah faktor mentalitas saja, mentalnya masih cemen, karena belum terbiasa menghadapi pertandingan yang ditonton banyak orang.
Menurut Kang Dwi, kita ini kan cuma pemain panggilan, kalau mau ada latihan harus digeprak-geprak dulu, baru pada muncul, itupun hanya satu dua orang yang datang, jadi gimana mau bagus.
Kang Isa Subarsa turut mengomentari bahwa pemain dari Tim RW-10 itu memang kararedul latihan. Kalau diajak main terlalu banyak alasan. Ada yang beralasan lagi masuk angin, ngasuh incu, nyeri cangkeng, jangar tangkurak, bahkan ada juga yang beralasan katanya lagi rorombeheun. "Hadeuh...," tandas kang Isa yang dibenarkan dengan acungan jempol oleh Kang Bubun dan Kang Yopie.
Kang Nana Suryana sendiri dalam kapasitas sebagai manajer pingpong Al-Muhajirin, memang sudah puyeng ngurus kaum aki-aki RW-10 untuk berlatih pingpong ini. "Selain lalegeg teh, rada garumasep, padahal sudah disiapkan segala sesuatunya, mulai dari bola pingpong, bet dan segalon air minum plus secangkir kopi, tapi tetap saja pada ogah melangkah.
Namun dengan kepiawaian bermain pingpong dengan menggunakan dua bet, pasangan lawan bagai tak berkutik ketika diberikan bola-bola polos melambung dengan distorsi pantulan. Akhirnya pasangan Kang Doddy CS harus mengakui kehebatan Ust. Abu Yahya dalam beraksi menggunkan dua bet.
Cag, ah, dugi kadieu heula...Hatur nuhun...Semoga bermanfaat...(///nana/www.kisunda-10.com//doc:deden).
Menanggapi kekalahan itu, Ketua RW-10, Kang H. Dede Amar (Kang Dammar), menyatakan bahwa wajar saja apabila Tim kami dapat dikalahkan. Selain jarang latihan, juga kami memang belum terbiasa menghadapi event seperti ini. "Jadi kami ini baru pertama kalinya melaksanakan pertandingan seperti ini. Jangankan bertanding dengan tim luar, di internal RW-10 pun belum pernah diselenggarakan pertandingan pingpong," kata Kang Dammar.
Menurut Kang Muryono, kekalahan tim kita sebenarnya hanyalah faktor mentalitas saja, mentalnya masih cemen, karena belum terbiasa menghadapi pertandingan yang ditonton banyak orang.
Menurut Kang Dwi, kita ini kan cuma pemain panggilan, kalau mau ada latihan harus digeprak-geprak dulu, baru pada muncul, itupun hanya satu dua orang yang datang, jadi gimana mau bagus.
Kang Isa Subarsa turut mengomentari bahwa pemain dari Tim RW-10 itu memang kararedul latihan. Kalau diajak main terlalu banyak alasan. Ada yang beralasan lagi masuk angin, ngasuh incu, nyeri cangkeng, jangar tangkurak, bahkan ada juga yang beralasan katanya lagi rorombeheun. "Hadeuh...," tandas kang Isa yang dibenarkan dengan acungan jempol oleh Kang Bubun dan Kang Yopie.
Kang Nana Suryana sendiri dalam kapasitas sebagai manajer pingpong Al-Muhajirin, memang sudah puyeng ngurus kaum aki-aki RW-10 untuk berlatih pingpong ini. "Selain lalegeg teh, rada garumasep, padahal sudah disiapkan segala sesuatunya, mulai dari bola pingpong, bet dan segalon air minum plus secangkir kopi, tapi tetap saja pada ogah melangkah.
"Tapi tak mengapa, ini merupakan pembelajaran dan pelajaran bagi tim kita, terutama untuk menghadapi event serupa ke depan, in syaa Allah ke depan kita akan berlatih lebih giat dan disiplin, apalagi seperti yang disampaikan Ketua LPM Ankid, Kang H. Anang, bahwa akan diselenggarakan Tournament Tenis Meja antar RW se-Kelurahan Antapani Kidul," tandas Kang Nana.
Ustadz Abu Yahya Purwanto, turut memberikan komentar atas kekalahan Tim Al-Muhajirin RW-10 ini. Menurutnya, wajar saja Tim Al-Muhajirin RW-10 kalah, mereka itu (Tim Nurul Iman RW-09) berlatihnya itu hamir setiap hari. Apalagi dengan menggunakan seragam tim, setidaknya secara psikologis dapat menumbuhkan semangat berkompetisi. "Tim Al-Muhajirin RW-10 kapan mau pakai seragam tim tenis meja?" tanya Ust. Abu Yahya dihadapan Ketua DKM Al-Muhajirin yang ditanggapi oleh Kang Sigit cukup dengan senyam-senyum saja.
Bukan Soal Kalah-Menang yang Penting Silaturahmi
Ketua DKM Al-Muhajirin, Kang H. Sigit Tjiptono, menyampaikan rasa bahagianya atas terjalinnya silaturahmi seperti ini. Semoga ini merupakan awal yang baik untuk menjalin silaturahmi lebih erat lagi antara jama'ah Al-Muhajirin dan Jama'ah Nurul Iman. "Kami akan sangat senang sekali apabila jama'ah Nurul Iman dapat turut menghadiri taklim yang kami laksanakan, yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu ba'da Shalat Subuh. "In syaa Allah kajian-kajiannya menarik dan sangat bagus untuk menambah wawasan keagamaan kita," tandas Kang Sigit.
Sementara itu Ketua RW-09 Kang H. Dwi Budianto dan Ketua DKM Nurul Iman, Kang H. Wahid, sepakat bahwa silaturahmi melalui kegiatan non-formal seperti event tenis meja ini memang positif dan sangat bermanfaat, sehingga perlu terus digalang secara berkesinambungan. Terlebih antara RW-09 dan RW-10 merupakan tetangga terdekat dan jamaahnya pun telah cenderung menyatu. Oleh karena itu, pihaknya berkehendak akan ada undangan balasan yang diselenggarakan di RW-09.
Ketua LPM Ankid, Kang H. Anang Suhara, selain mewanti-wanti bahwa ke depan akan diselenggarakan event, antara lain Pertandingan Tenis Meja antara RW se-Antapani Kidul. Juga terkait dengan Rencana Pencalonan Kang Dede Amar sebagai Ketua atau Anggota DPD-RI, tentunya ini merupakan kesempatan bagus bagi kita untuk turut mendukungnya. "Kalau beliau terpilih, maka tentunya akan sangat bermanfaat untuk berbagai aktivitas pengembangan dan pembangunan kewilayahan kita," harap Kang Anang.
Hasil Pertandingan
Gelaran Tenis Meja Silaturahmi diawali dengan pertandingan Eksekutif Kehormatan, antara Pasangan Ketua RW-10 Kang Dammar dan Ketua DKM "Al-Muhajirin" Kang Sigit melawan Pasangan Ketua RW-09 Kang Budi dan Ketua DKM "Nurul Iman" Kang Wahid.
Pertandingan yang berlangsung seru dan ketat ini, memang harus mengakui keunggulan tim tamu. Permainan cantik yang ditunjukkan pasangan Nurul Iman RW-09, mampu merobohkan ambisi pasangan Al-Muhajirin RW-10 dan harus menerima kekalahan dengan score telak 3 - 0.
Sementara hasil pertandingan sembilan partai double antara tim DKM Al-Muhajirin RW-10 melawan tim Nurul Iman RW-09, dengan hasil sebagai berikut:
1. Kang Abidin/Kang Ali VS Kang Budi /Kang Dodi (1-2)
2. Kang Deden/Kang Irsan VS Kang Syarif/Kang Deden (3-0)
3. Kang Nana/Kang Bubun VS Kang Asep/Kang Nana (3-0)
4. Kang Rusdi/Kang Dwi R VS Kang Yoga /Kang Kurnia (0-3)
5. Kang Gerry/Kang Anas VS Kang Anang /Kang Cecep (1-2)
6. Kang Bayu/Kang Mukhlis VS Kang Rudi /Kang Zaenal (0-3)
7. Kang Isa/Kang Yopie VS Kang Dengki/Kang Basari (1-2)
8. Kang Randi/Kang Iskandar VS Kang Wahid/Kang Syarif (0-3)
9. Kang Nana/Kang Bubun VS Kang Dwi Budi/Kang Cecep (2-0).
Sementara untuk tujuh partai tambahan kategori Single, Tim RW-09 juga memenangkan pertandingan dengan score 5 - 2.
Suguhan Special Action Ust. Abu Yahya
Menjelang akhir acara seluruh atlit tenis meja masih disuguhkan satu tontonan menarik aksi spesial dari Kang Ust. Abu Yahya Purwanto yang bertanding melawan Pasangan Kang Doddy CS.
Yang menarik Kang Ust. Abu Yahya memegang dua bet langsung yang tergenggam erat di tangan kanan dan kirinya. Pertandingan yang berlangsung dalam 5 set itu, diluar dugaan ternyata dapat dimenangkan oleh Kang Ust. Abu Yahya. Padahal dalam setiap set-nya kepada lawan telah diberikan angka permulaan (pur) sebanyak 5 point. Bahkan Ust. Abu Yahya menjanjinkan akan memberikan bonus berupa uang jika berhasil mengalahkannya.
Ustadz Abu Yahya Purwanto, turut memberikan komentar atas kekalahan Tim Al-Muhajirin RW-10 ini. Menurutnya, wajar saja Tim Al-Muhajirin RW-10 kalah, mereka itu (Tim Nurul Iman RW-09) berlatihnya itu hamir setiap hari. Apalagi dengan menggunakan seragam tim, setidaknya secara psikologis dapat menumbuhkan semangat berkompetisi. "Tim Al-Muhajirin RW-10 kapan mau pakai seragam tim tenis meja?" tanya Ust. Abu Yahya dihadapan Ketua DKM Al-Muhajirin yang ditanggapi oleh Kang Sigit cukup dengan senyam-senyum saja.
Bukan Soal Kalah-Menang yang Penting Silaturahmi
Ketua DKM Al-Muhajirin, Kang H. Sigit Tjiptono, menyampaikan rasa bahagianya atas terjalinnya silaturahmi seperti ini. Semoga ini merupakan awal yang baik untuk menjalin silaturahmi lebih erat lagi antara jama'ah Al-Muhajirin dan Jama'ah Nurul Iman. "Kami akan sangat senang sekali apabila jama'ah Nurul Iman dapat turut menghadiri taklim yang kami laksanakan, yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu ba'da Shalat Subuh. "In syaa Allah kajian-kajiannya menarik dan sangat bagus untuk menambah wawasan keagamaan kita," tandas Kang Sigit.
Sementara itu Ketua RW-09 Kang H. Dwi Budianto dan Ketua DKM Nurul Iman, Kang H. Wahid, sepakat bahwa silaturahmi melalui kegiatan non-formal seperti event tenis meja ini memang positif dan sangat bermanfaat, sehingga perlu terus digalang secara berkesinambungan. Terlebih antara RW-09 dan RW-10 merupakan tetangga terdekat dan jamaahnya pun telah cenderung menyatu. Oleh karena itu, pihaknya berkehendak akan ada undangan balasan yang diselenggarakan di RW-09.
Ketua LPM Ankid, Kang H. Anang Suhara, selain mewanti-wanti bahwa ke depan akan diselenggarakan event, antara lain Pertandingan Tenis Meja antara RW se-Antapani Kidul. Juga terkait dengan Rencana Pencalonan Kang Dede Amar sebagai Ketua atau Anggota DPD-RI, tentunya ini merupakan kesempatan bagus bagi kita untuk turut mendukungnya. "Kalau beliau terpilih, maka tentunya akan sangat bermanfaat untuk berbagai aktivitas pengembangan dan pembangunan kewilayahan kita," harap Kang Anang.
Hasil Pertandingan
Gelaran Tenis Meja Silaturahmi diawali dengan pertandingan Eksekutif Kehormatan, antara Pasangan Ketua RW-10 Kang Dammar dan Ketua DKM "Al-Muhajirin" Kang Sigit melawan Pasangan Ketua RW-09 Kang Budi dan Ketua DKM "Nurul Iman" Kang Wahid.
Pertandingan yang berlangsung seru dan ketat ini, memang harus mengakui keunggulan tim tamu. Permainan cantik yang ditunjukkan pasangan Nurul Iman RW-09, mampu merobohkan ambisi pasangan Al-Muhajirin RW-10 dan harus menerima kekalahan dengan score telak 3 - 0.
Sementara hasil pertandingan sembilan partai double antara tim DKM Al-Muhajirin RW-10 melawan tim Nurul Iman RW-09, dengan hasil sebagai berikut:
1. Kang Abidin/Kang Ali VS Kang Budi /Kang Dodi (1-2)
2. Kang Deden/Kang Irsan VS Kang Syarif/Kang Deden (3-0)
3. Kang Nana/Kang Bubun VS Kang Asep/Kang Nana (3-0)
4. Kang Rusdi/Kang Dwi R VS Kang Yoga /Kang Kurnia (0-3)
5. Kang Gerry/Kang Anas VS Kang Anang /Kang Cecep (1-2)
6. Kang Bayu/Kang Mukhlis VS Kang Rudi /Kang Zaenal (0-3)
7. Kang Isa/Kang Yopie VS Kang Dengki/Kang Basari (1-2)
8. Kang Randi/Kang Iskandar VS Kang Wahid/Kang Syarif (0-3)
9. Kang Nana/Kang Bubun VS Kang Dwi Budi/Kang Cecep (2-0).
Sementara untuk tujuh partai tambahan kategori Single, Tim RW-09 juga memenangkan pertandingan dengan score 5 - 2.
Suguhan Special Action Ust. Abu Yahya
Menjelang akhir acara seluruh atlit tenis meja masih disuguhkan satu tontonan menarik aksi spesial dari Kang Ust. Abu Yahya Purwanto yang bertanding melawan Pasangan Kang Doddy CS.
Yang menarik Kang Ust. Abu Yahya memegang dua bet langsung yang tergenggam erat di tangan kanan dan kirinya. Pertandingan yang berlangsung dalam 5 set itu, diluar dugaan ternyata dapat dimenangkan oleh Kang Ust. Abu Yahya. Padahal dalam setiap set-nya kepada lawan telah diberikan angka permulaan (pur) sebanyak 5 point. Bahkan Ust. Abu Yahya menjanjinkan akan memberikan bonus berupa uang jika berhasil mengalahkannya.
Namun dengan kepiawaian bermain pingpong dengan menggunakan dua bet, pasangan lawan bagai tak berkutik ketika diberikan bola-bola polos melambung dengan distorsi pantulan. Akhirnya pasangan Kang Doddy CS harus mengakui kehebatan Ust. Abu Yahya dalam beraksi menggunkan dua bet.
Cag, ah, dugi kadieu heula...Hatur nuhun...Semoga bermanfaat...(///nana/www.kisunda-10.com//doc:deden).
Sabtu, 12 Februari 2022
Imam Asrofi: "Tanda-Tanda Kemunduran Islam"
Khotib Jum'at Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, menampilkan Imam/Khotib: Ust. Dr. Imam Asrofi,M.PD.I.,M.M.Pd (Ketua MUI Kecamatan Antapani Kidul Kota Bandung yang juga sebagai salah Satu Dosen FKIP B.ARAB UNINUS BANDUNG. Adapun tema khutbah yang disampaikan "Tanda-Tanda Kemunduran Islam.
Beberapa inti khutbahnya sebagai berikut:
1. Akan datang sebuah masa/zaman dimana manusia secara kuantitas luar biasa banyaknya tapi secara kualitas dipertanyakan. Umat Islam bagai buih di lautan terombang-ambing kemana angin bertiup.
2. Banyak kerusakan/kemaksiatan di muka bumi ini sehingga Islam hanyalah sebagai simbolik saja. Para pejabat/pemimpin walau telah disumpah jabatan dengan kitab suci, tapi masih tetap melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang merugikan rakyat.
3. Akan ada suatu jaman dimana Alquran hanya tinggal tulisan saja, di satu pihak banyak rumah tahfiz/pesantren mencetak para tahfiz Alquran, sementara di pihak lain tidak sedikit yang masih belum bisa membaca Alquran.
4. Alquran yang diturunkan dalam bulan suci ramadhan itu bagaimana mungkin bisa memberikan syafaat kalau tak bisa membacanya, apalagi memahaminya dan melaksanakannya dalam kegiatan sehari-hari.
5. Masjid dibangun dengan indah dan megah, namun masjid itu bisa jauh dari hidayah, oleh karena itu masjid harus senantiasa dimakmurkan dalam berbagai aktivitas keagamaan, jangan hanya terjadi pada hari Jum'at saja.
Khutbah lengkapnya silahkan masuk ke channel youtube dengan mengklik gambar diatas
Semoga bermanfaat//*rud/nas
Semoga bermanfaat//*rud/nas
Langganan:
Postingan (Atom)
17 Goweser Waspada Kesehatan Pasca Idul Qurban
(berpose di Depan Kantor Dinas Teritorial Bandara Husen Sastranegara) (Rest Pertama di Gedung Sebelah Hotel Homan) Tujuh belas goweser RW-10...
-
*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم* *السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ INFORMASI SALAT IDULADHA 1447...
-
Syeich DR. Baker Al Zamly Saat menyampaikan khotbah Jamaah Al-Muhajirin dan Sekitarnya mulai berdatangan السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ال...
-
Ketua DKM Al_Muhajirin saat Menyampaikan Program di Hari Pertama Tarawih (19/2) Hari ini, Kamis 19 Februari 2026, adalah hari pertama uma...