Rabu, 27 Mei 2026

Khotbah Idul Adha 1447 H: Memberikan Qurban Terbaik di bulan Zulhijjah

Syeich DR. Baker Al Zamly
Saat menyampaikan khotbah

Jamaah Al-Muhajirin dan Sekitarnya mulai berdatangan


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا(3x) االلهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، (3x) لا إله إلا الله، الله أكبر الله أكبر

Segala puji bagi Allah yang menjadikan hari raya Idul Adha sebagai salah satu tuntunan Islam. Dan kita mengawalinya melalui penyembelihan hewan qurban terbaik sebagai salah satu upaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Demikian petikan khotbah Syeich DR. Baker Al Zamly, selaku Imam dan Khatib Shalat Idul Adha, di Masjid Al-Muhajirin, RW-10 Antapani Kidul, Antapani, Bandung (27/05).

Menurut Syeich Baker (beliau berasal dari Gaza Palestina), yang kini bermukim di RW-10 Antapani ini, bahwa Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang paling utama dibanding dengan hari-hari yang lainnya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersaksi bahwa sepuluh hari tersebut adalah hari-hari yang paling utama di dunia, dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan untuk memperbanyak amalan shâlih pada hari-hari tersebut.

Semua amalan shâlih yang dikerjakan pada sepuluh hari ini, menurutnya, lebih dicintai oleh Allâh dari pada amalan-amalan shalih yang dikerjakan pada selain hari-hari tersebut. Ini menunjukkan betapa utamanya amalan shâlih pada hari tersebut dan betapa banyak pahalanya. Amalan-amalan shâlih yang dikerjakan pada sepuluh hari tersebut akan berlipat ganda pahalanya.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.

Tidak ada hari dimana suatu amal shâlih lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla melebihi amal shâlih yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah)“. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allâh?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allâh, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali (ia mati syahid)”

Manfaatkan 5 Perkara sebelum 5 Perkara

Menurut  Syeich Baker, Rasulullah SAW tidak hanya mengingatkan tentang realitas kehidupan yang berubah, tetapi juga mengajarkan kepada kita sikap proaktif dan tanggung jawab dalam menjalani hidup.

Rasulullah SAW bersabda:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, kesehatanmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang miskinmu, waktu luangmu sebelum datang sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)


Syeich juga menekankan agar kita tidak meninggalkan Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an memiliki banyak keutamaan. Maka, sekali lagi jangan pernah meninggalkannya, jangan sampai sehari pun berlalu tanpa membaca Al-Qur'an!

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌۭ وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًۭا ٨٢

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian." (QS. Al-Isra: 82)

Hendaknya senantiasa Bersyukur

Dalam Surat Ibrahim ayat 7, lanjut Syeich, menjadi salah satu ayat yang populer. Ayat ini berisi tentang syukur dan kufur nikmat serta dampaknya bagi seseorang yang melakukannya.

Syukur dan kufur nikmat menjadi dua hal yang acapkali dilakukan manusia. Ketika mendapatkan nikmat, ada orang yang mensyukurinya dengan memanfaatkan nikmat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun ada pula orang yang kufur nikmat, ketika mendapatkan nikmat yang banyak, ia semakin menjauh dari Allah SWT dan menganggap nikmat tersebut dari hasil usahanya sendiri.

Dalam Surat Ibrahim Ayat 7:
Wa idz ta'adzdzana rabbukum la'in syakartum la'aziidannakum wa la'in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid.

Artinya:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Bukan daging dan darahmu

Akhirnya Syeich menyampaikan pesan bahwa daging hewan kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, karena kurban itu bukan sesajen dan Allah tidak membutuhkan darah dan daging, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu, yaitu sikap kamu melawan rasa cinta terhadap harta dan kikir dengan berkurban, peduli, dan berbagi kepada fakir miskin dan duafa guna mendekatkan diri kepada Allah.

Apa Ketua Ketua DKM Al-Muhajirin

Ketua DKM Al-Muhajirin, Hasan Munawar, ketika diwawancara, menyampaikan bahwa inti makna berqurban dalam pengertian syar'i, ialah menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah, khususnya pada Hari Raya Haji atau Idul Adha dan tiga Hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah.

Kurban dalam dimensi vertikal, menurut Ketua DKM, adalah bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah supaya mendapatkan keridaan-Nya. Sedangkan dalam dimensi sosial, kurban bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir pada Hari Raya Iduladha. Karena itu, daging kurban hendaklah diberikan kepada mereka yang membutuhkan, boleh menyisakan secukupnya untuk dikonsumsi keluarga yang berkurban, dengan tetap mengutamakan kaum fakir dan miskin.

Seperti firman Allah 

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. al-Hajj, 22:28)

Menurut Ketua DKM berkurban termasuk salah satu syi’ar Islam yang agung dan bentuk ketaatan yang paling utama. Ia adalah syi’ar keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, dan realisasi ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya. Karenanya setiap muslim yang memiliki kelapangan rizki hendaknya ia berkurban

Respon Ketua RW-10

Ketua RW-10, Yaya Sunarya, ketika dikonfirmasi tentang terjadinya penurunan jumlah mudhohi yang cukup dignifikan dari tahun ke tahun, beliau menjelaskan ada beberapa alasan, seperti: 

Pertama, kondisi ekonomi global yang berdampak langsung pada kondisi ekonomi nasional yang saat ini tidak sedang baik-baik saja, yang pada gilirannya berdampak pula pada beratnya kondisi ekonomi masyarakat; 

Kedua, Ada perpindahan jumlah mudhohi dari warga RW-15 (Tetangga Jamaah masjid di Perum Pratista) yang biasanya berkurban di RW-10, kini berpindah ke wilayah/daerahnya masing-masing. 

Ketiga, tambahnya, barangkali bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah yang tentunya membutuhkan biaya pendidikan tersendiri.

"Di Perum Pratista Raya itu luar biasa yang kini memiliki 9 RW dengan memiliki banyak sekali masjid. Bahkan khusus tetangga dekat  RW-15 sendiri saat ini sudah memiliki 4 (empat) masjid," jelas pak RW-10 yang turut dibenarkan oleh Pak Irsan yang saat itu turut nimbrung.

Jadi, menurut pak Yaya,  masuk akal kalau saat ini jumlah mudhohi di RW-10 ini sudah banyak berkurang. Beberapa tahun yang lalu jumlah qurban sapi itu memang tidak pernah kurang dari 18 ekor sapi, bahkan pernah sampai 22 ekor sapi. Begitupun jumlah qurban kambing yang berkurang signifikan. Tahun lalu saja 37 ekor kambing dan tahun ini hanya 24 ekor kambing.

Laporan Ketua Panitia

Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Qurban 1447 H Masjid Muhajirin, Dedi Kadarusman,  menyampaikan laporan pelaksanaan qurban sebagai berikut: Jumlah Hewan Qurban Sapi 15 ekor (105 Mudhohi) dan Qurban Kambing sebanyak 24 ekor.

Adapun total kupon yang didistribusikan kepada penerima manfaat sebanyak 1.701 kupon, dengan rincian:
1. Mustahik, kaum dhuafa dan fakir miskin sebanyak 1.246 kupon
2. Internal lingkungan RT/RW sebanyak 379 kupon
3. External, aparat, tetangga dan relawan *sebanyak 76 kupon.

Di aspek keuangan dapat dilaporkan juga, total dana yang masuk ke panitia sebesar Rp 383.700.000.

Adapun penggunaannya sebagai berikut:
1. Pembelian hewan qurban sebesar Rp 329.000.000,-
2. Biaya operasional meliputi kantong plastik, upah jagal, konsumsi panitia, dan perlengkapan sebesar Rp 48.129.000,-
Total pengeluaran Rp 377.149.000,-
Sehingga terdapat saldo sebesar Rp 6.571.000,-
Dan insyaAllah sisa dana tersebut akan dimasukkan ke kas Masjid Muhajirin.

Adapun teknis pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dilakukan sebagai berikut:

1. Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan selama 1 (satu) hari, dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan sekitar pukul 16.00 WIB.
2. Seluruh hewan qurban telah diperiksa oleh dokter hewan dan dinyatakan sehat serta layak untuk disembelih.
3. Jumlah panitia dan relawan yang membantu sejak proses pendaftaran hingga distribusi sebanyak 104 orang.

Pada kesempatan ini, Dedi Kadarusman, dalam kapasitas sebagai ketua panitia Idul Adha 1447 H mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh shohibul qurban (mudhohi), segenap panitia, relawan, dan seluruh warga yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan penyembelihan hewan qurban serta pelaksanaan Sholat Idul Adha pada Rabu dini hari ini.

Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan di hati. Mohon doa agar ibadah qurban para jamaah diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi mudhohinya, keluarganya dan lingkungan kita.
(Nas/Jurnalis/komdigi/kisunda-10/Almuhajirin-10/05-2026)

Dokumen foto:

Ketua RW-10 Yaya Sunarya dan
Ketua DKM Al-Muhajirin Hasan Munawar
sesaat sebelum diwawancara


Suasana penyembelihan



Tim Panitia administrasi
dan keamanan


Mendapat pengawalan ketua RW-10



Ketua DKM Al-Muhajirin
Hasan Munawar mencoba menyisit daging


Konconya Jurnalis Kang Nana
Saat berdinas di telkom


Ketua Panitia Dedi Kadarusman
(Ini juga orang telkom)





Sejumlah Ibu2 pekerja keras dan ikhlas








Pokonya kerja ibu2 keren dech...



Suasana pemotongan hewan qurban






























Ketua Panitia Dedi Kadarusman
saat menyampaikan laporan


Pengantar Acara; Supanya

Suasana jamaah warga RW-10 dan Sekitarnya
setelah terisi penuh jumlah jamaah mencapai 700 orang






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Khotbah Idul Adha 1447 H: Memberikan Qurban Terbaik di bulan Zulhijjah

Syeich DR. Baker Al Zamly Saat menyampaikan khotbah Jamaah Al-Muhajirin dan Sekitarnya mulai berdatangan السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ال...