Minggu, 03 Juli 2016

Jelang Akhir Ramadhan (1)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
           
Alhamdulillah Puasa Di Bulan Suci Romadhon Insya Allah  kita jalani mendekati berakhir...Allah SWT masih memberi  kesempatan untuk lebih mengoptimalkan dan meningkatkan Ibadah di bulan mulia ini sebelum bulan suci ini berlalu. Maka kini saatnya untuk Intropeksi Intropeksi Intropeksi & bermunajad kepada Allah untuk memohon ampunan akan dosa-dosa masa lalu yang telah kita perbuat.

          *Menangislah...*
       ~~~~~~~~~~~~
Sebelum Ramadhan Pergi .....
Kita pernah berjanji akan mengkhatamkan Al-Qur'an..
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan..

      ~~~~~~~~~~~~
         *Menangislah...*
      ~~~~~~~~~~~~
Sebelum Ramadhan Pergi ........
Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullayl yang bolong penuh tambalan...
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan...

      ~~~~~~~~~~~~
         *Menangislah...*
      ~~~~~~~~~~~~
Sebelum Ramadhan Pergi ..........
Kita berdoa sejak Rajab dan Sya'ban agar disampaikan ke Ramadhan...
Setelah Ramadhan di akhir hitungan...
Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan...
Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah...
Bahkan...
Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib...

      ~~~~~~~~~~~~
         *Menangislah...*
      ~~~~~~~~~~~~
Wahai saudaraku.......
Biar butir-butir bening air mata itu akan jadi saksi di yaumil akhir nanti...
Bahwa ada satu hamba yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena...
Sehingga Ramadhan yang mulia pun tersia-sia lewat begitu saja...

      ~~~~~~~~~~~~
         *Menangislah...*
      ~~~~~~~~~~~~
Dan tuntaskan semuanya malam ini...
atas i'tikaf yang belum juga kita kerjakan...
» Atas lembaran Kitab Mulia Al-Qur'an yang menunggu dikhatamkan...
» Atas lembaran mata uang yang menunggu disalurkan kepada mereka yang menanti uluran tanganmu...
» Atas sholat sunnah yang menunggu jadi amalan tambahan ibadahmu...

      ~~~~~~~~~~~~
         *Menangislah...*
      ~~~~~~~~~~~~
Lebih keras lagi...
Karena Allah tidak menjanjikan apapun untuk Ramadhan tahun depan...
Apakah kita masih disertakan untuk menyambutnya...

Semoga bermanfa'at
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pelayanan Zakat Fitrah di Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul

Achmad Zaenudin, sedang memberikan Pelayanan Penitipan Zakat Fitrah
kepada salah seorang warga di RW-10 Antapani Kidul
Bertempat di Masjid Al-Muhajirin Jl Jayapura
DKM Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, Antapani Bandung, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya berkenan memberikan pelayanan penitipan dan penerimaan Zakat Fitrah, Zakat Mal, Fidyah, Infak dan Sodaqoh  bagi warga RW-10 dan Sekitarnya. Ketua DKM Al-Muhajirin, H Sigit Tjiptono, menghimbau kepada seluruh warga RW-10 dan warga sekitarnya yang akan menyerahkan Zakat Fitrahnya untuk dilaksanakan di Masjid Al-Muhajirin. 

In-Syaa Allah, lanjut H Sigit, seluruh penerimaan Zakat Fitrah dan penerimaan lainnya akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya yang ternyata masih banyak berada di sekitar lingkungan RW-10. Zakat Fitrah dan penerimaan lainnya akan diserahkan sebelum dilaksanakannya shalat Iedul Fitri 1437 H yang akan berlangsung di Halaman Belakang Masjid Al-Muhajirin.

Selain itu Ketua DKM, mengimbau kepada warga yang akan melaksanakan mudik lebaran agar lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah, terutama kondisi rumah harus benar2 sudah terkunci, selang tabung gas sebaiknya dibuka terlebih dahulu, serta yang tidak kurang pentingnya dalam penataan sambungan listrik. Jangan sampai chooke listrik bertumpuk yang dapat mengakibatkan korsleting.

Sementara dari Seksi Keamanan, Irsan Hidayat, menghimbau kepada warga yang akan mudik lebaran untuk memberikan informasi kepada Seksi Keamanan melalui blanko lembar isian data yang telah disampaikan kepada seluruh warga RW-10.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melaksanakan tugas  rutin tahunan ini dengan kewaspadaan dalam menjaga aset warga yang ditinggalkan mudik lebaran," kata Irsan. Disampaikan juga bahwa mulai H-7 seluruh akses masuk ke RW-10 akan ditutup kecuali Portal di Jl Jayapura yang akan dilakukan secara buka tutup dengan enam security telah siap memberikan pelayanan dan pengamanan ekstra. (*nas).

Jumat, 01 Juli 2016

Lailatul Qodar, Nisbat kepada Taqdir

Ringkasan ceramah Dr. Nawal al-Ied

Lailatul Qadar
Dinamakan demikian; karena saat itu ketentuan taqdir turun dari langit ke bumi. Dan dinamakan demikian karena nisbat kepada taqdir.

Ibadah pada malam itu menyamai 84 tahun.

Sebagai contoh;
Apabila anda mengucapkan, "Astghfirullah." Seolah anda beristighfar semenjak anda lahir hingga usia 84 tahun.

Pada malam itu bumi menjadi sempit lantaran banyaknya jumlah malaikat. Pada malam itu malaikat turun yang jumlahnya melebihi bilangan kerikil, supaya dapat mengamini doa kita.

Terdapat beberapa bentuk taqdir yang Allah Azza wa Jalla tetapkan untuk manusia;
1. Taqdir Azali
2. Taqdir tahunan
3. Taqdir harian

Anda dapat mengubah ketetapan harian maupun tahunan dengan doa.
Sebagai contoh;
Apabila Allah telah tetapkan taqdir yang buruk bagi anda tahun depan (wafatnya anak, gagal menikah, dst).

Lalu anda mulai berdoa dengan penuh keikhlasan pada malam Lailatul Qadar, dengan memohon taufik, bahagia, dan keselamatan, dst.

Niscaya Allah Azza wa Jalla memerintahkan malaikat untuk menghapus lembaran yang telah ditetapkan kesengsaraan dan mereka ganti dengan menuliskan kebahagiaan bagi anda.
"Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan milik-Nya lah lauh mahfudz."

Pada malam Lailatul Qadar malaikat melewati hamba lalu menghiburnya, karena telah ditetapkan kematian baginya. Atau melewati seorang hamba lalu menyambutnya dengan diterimanya amal dan dibebaskannya dari neraka.

1 jam pada malam Lailatul Qadar menyamai 8 tahun, 1 menit  50 hari, maka di manakah orang-orang yang memperbanyak kebaikan?

Wahai akhawat, Rabb kita maha mulia lagi maha pengasih, Dia telah membuka pintu-pintu rahmat, langit, dan surga untuk kita. Dan Dia menyeru kita kepada-Nya, supaya kita memohon dan kembali kepada-Nya.

Janganlah kalian melewatkan kesempatan ini.

Lailatul Qadar adalah malam agung, janganlah kalian lewatkan lantaran sibuk dengan pasar, ambisi-ambisi, dan perkara-perkara melenakan yang lain.
Sebab Rasul 'Alaihish shalatu was salam apabila telah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya dan shalat semalam suntuk.

Kita tak tahu, ada kalanya ini adalah Ramadhan terakhir yang kita lewati.

Perbanyaklah zikir, sedekah, membaca Al Qur'an, Qiyamul lail, dan berdoa,
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah kami."

Bagaimana wanita bisa bersedekah, sedang mayoritas mereka adalah ibu rumah tangga, dan mereka juga tidak memiliki gaji untuk digunakan.
Apabila kita mendengar keutamaan sedekah, kita merasa perih dan berandai.
Seraya berkata, "Bagaimana, sedang aku tak memiliki uang?"
Kendati demikian, kita segenap wanita diperintahkan untuk bersedekah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Wahai segenap wanita, bersedekahlah, dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka."
Dan itu menambah khawatir dan rasa takut pada diri kita? Dan solusinya?
Sebenarnya mudah, sesungguhnya karunia dan kemurahan Allah Ta'ala begitu luas dan tiada henti.

Sebab Dia menjadikan sedekah bukan hanya sebatas harta. Namun, setiap pintu kebaikan adalah sedekah.

Berikut contoh-contoh sedekah itu:

# Setiap tahlil dan takbir adalah sedekah
# Setiap tasbih dan tahmid adalah sedekah
# Amar ma'ruf nahi munkarmu adalah sedekah
# Bukalah sms mu setiap hari, bersedekah dan kirimlah ucapan baik kepada setiap yang engkau kenal, dan setiap kalimat baik adalah sedekah.
# Senyummu di wajah suami, anak-anakmu, dan kaum muslimat adalah sedekah.
# 2 rakaat dhuha menyamai 360 sedekah
# Tahanlah dirimu untuk berbuat buruk, itu adalah sedekah
# Singkirkanlah gangguan dari jalan
# Ucapkanlah salam kepada siapa yang kau temui
# Berilah makan pembantumu, sebagaimana kamu makan, dan itu adalah sedekah.
# Berilah makan burung atau binatang, atau manusia, dan itu sedekah bagimu.
# Muliakanlah tamu melebihi 3 hari, dan itu sedekah.
# Berusahalah menolong dan membantu baik materi maupun non materi, dan itu sedekah bagimu.
# Tuntutlah ilmu, ajarkan, dan sebarkanlah, itu sedekah bagimu. Baik dengan mendengar, membaca, atau menulis, sesuai kemampuanmu.
# Seteguk air yang kau berikan untuk orang haus adalah sedekah.
Milik Allah lah segala puji dan karunia.

Kaidah penting: Ikhlas dan mengharap pahala.
Karib kerabat lebih utama untuk mendapat kebaikan kita (dua orang tuamu, suami, dan anak-anakmu). Mereka yang paling utama, lalu yang terdekat, kemudian terdekat.

Dan saya mengingatkan bahwa sedekah menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api.
Sebarkanlah ilmu ini, supaya menjadi sedekah untukmu, dengan izin Allah.

Bersiaplah sejak sekarang, kuatkanlah tekad, dan sudahilah kesibukan, belanja, dan setiap apa yang menyibukkan dari malam-malam itu sejak sekarang juga. Jangan lewatkan kesempatan itu, dan itu adalah keburuntungan.

Yang memiliki grup-grup WA hendaknya dikirim, supaya pahala berlipat ganda insya Allah. Kesempatan emas.

Semoga Allah memberi kalian taufik untuk mengamalkan setiap apa yang dicintai dan diridhai-Nya.

Diterjemahkan oleh:
Al Faqir ilaa ' afwi Ro [truncated by WhatsApp]

17 Goweser Waspada Kesehatan Pasca Idul Qurban

(berpose di Depan Kantor Dinas Teritorial Bandara Husen Sastranegara) (Rest Pertama di Gedung Sebelah Hotel Homan) Tujuh belas goweser RW-10...